{{ date }}
{{ time }}
Sudah SHOLAT kah Anda?

Dzikir Asyuro dan Pengertian serta Sejarah Asyuro bahkan 20 Peristiwa Sejarah Hari Asyuro

Daftar Isi
Sejarah Peristiwa Hari Asyuro dan Bacaan Dzikir yang Sangat Dianjurkan di Hari Asyuro
Pengertian dan Bacaan Dzikir Serta 20 Peristiwa Penting Hari Asyuro

Bulan Muharrom merupakan bulan pertama awal bulan dalam kalender Hijriyah. Maka dari itu timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak, sudahkah kita meningkatkan semangat kita? Tekad-tekad yang baru itu sudahkah tertanam dalam jiwa? Atau kita masih butuh menyervis diri kita? Semoga saja. Yang jelas kita masih perlu untuk introspeksi diri kembali.

Pada bulan Muharro m ini termasuk dalam bulan-bulan yang harom (asyhurul hurum) Alloh memiliki suatu hari, yang merupakan hari mulia dalam Islam. Hari itu adalah hari Asyuro. Banyak kejadian, hal-hal penting, yang berhubungan dengan bulan ini. Berikut ulasan hari Asyuro:


Definisi Asyuro

Ada dua pendapat dalam penamaan Asyuro. Pendapat pertama adalah Asyuro diambil dari kata Asyiroh (kesepuluh) untuk pleonastis (yang dilebih-lebihkan) dan diagungkan. Sedangkan pendapat kedua adalah pendapat yang paling banyak yaitu, kata Asyuro adalah hari kesepuluh dari bulan Muharrom.


Sejarah dan Perintah Puasa Asyuro

Setelah hijroh dari Makkah ke Madinah, Nabi Muhammad mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyuro, maka beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyuro.

Dari sahabat Abdulloh bin Abbas rodliyallohu 'anh beliau berkata:

“Tatkala Nabi Muhammad datang ke kota Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa di hari Asyuro, lantas beliau bersabda kepada mereka, 'Hari apa yang kalian sedang berpuasa ini?'

Mereka menjawab, 'Hari ini adalah hari yang agung. Alloh menyelamatkan Musa dan kaumnya pada hari ini dan menenggelamkan Fir’aun beserta pasukannya. Maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami turut berpuasa.’

Maka Rosululloh bersabda, 'Maka kami dengan Musa lebih berhak dan lebih utama daripada kalian.’ Maka Rosululloh berpuasa dan memerintahkan berpuasa.” HR Bukhori dan Muslim.

Konon katanya, kaum Quroisy juga berpuasa pada hari Asyuro.

Disebutkan dalam riwayat Imam al-Bukhori dan Muslim bahwa Sayyidah Aisyah rodliyallohu 'anha berkata: “Dulu kaum Quroisy berpuasa Asyuro pada masa jahiliyah. Kemudian Rosululloh memerintahkan berpuasa Asyuro pula, hingga diwajibkan puasa Romadhon.

Maka Rosululloh bersabda, 'Barang siapa yang berkehendak (ingin berpuasa), maka silakan berpuasa. Dan barang siapa yang berkehendak (tak ingin berpuasa), maka tidak berpuasa.’”

Tak hanya puasa Asyuro yang dianjurkan, puasa Tasu’a (hari kesembilan dari bulan Muharrom) dan hari kesebelas pun juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk berpuasa juga. Hal ini guna untuk membedakan antara ritual ibadah orang Muslim dan kaum Yahudi.

Diriwayatkan oleh sahabat Abdulloh bin Abbas rodliyallohu 'anh beliau berkata: “Nabi Muhammad beliau bersabda, 'Jika aku masih hidup hingga tahun depan, pasti aku akan berpuasa pada hari kesembilan’” (HR Muslim).

Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari sahabat Ibnu Abbas rodliyallohu 'anh, marfu' (disandarkan kepada Nabi Muhammad ) berkata, "Puasalah pada hari Asyuro dan bedakanlah diri kalian dengan kaum Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau setelahnya."

Imam Syafi'i dalam kitabnya al-Um dan al-Imla' menegaskan bahwa disunahkan berpuasa 3 hari; puasa Asyuro, Tasu'a dan puasa hari kesebelas.

Nah, dari sini dapat disimpulkan bahwa puasa Asyuro itu ada 3 tingkatan: Tingkatan yang paling rendah ialah puasa Asyuro saja, kemudian atasnya adalah puasa Asyuro dan puasa Tasu'a, dan yang terakhir, tingkatan yang paling tinggi adalah puasa Asyuro, Tasu'a dan puasa hari kesebelas (bulan Muharrom).


Asal Hukum Puasa Asyuro

Para ulama berpendapat bahwa puasa Asyuro itu hukumnya wajib sebelum diwajibkannya puasa Romadhon pada tahun kedua hijriyah. Maka, setelah diwajibkan puasa Romadhon, puasa ini menjadi puasa sunah 'muakkad' (sangat dianjurkan). Dan inilah pendapat kebanyakan ulama.

Namun, pendapat yang lain mengatakan bahwa puasa ini memang sejak dulu hukumnya sunah ’muakkad’, tidak wajib, hingga diwajibkan puasa Romadhon, maka hukumnya kembali menjadi sunah biasa. Namun pendapat ini lemah, seperti yang ditegaskan Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani.


Keutamaan Puasa Asyuro

Asyuro juga termasuk puasa yang sangat dianjurkan oleh agama islam. Rosululloh Bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Romadhon adalah puasa di bulannya Alloh, Muharrom” (HR Muslim).

Di antara keutamaan puasa ini ialah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Dari sahabat Abu Qotadah, bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Puasa hari Asyuro, aku berharap kepada Alloh agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu” (HR at-Tirmidzi).

Disebutkan dalam riwayat yang lain pula, bahwa Nabi Muhammad ditanya tentang puasa Asyura, maka beliau menjawab, “(Puasa tersebut) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Nah, seperti yang telah diketahui, yang dimaksud dengan penghapusan dosa di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Tetapi, apabila tidak memiliki dosa kecil, maka diharapkan adanya keringanan dari dosa-dosa besar. Jika tidak, maka diangkat derajatnya.


Perbedaan Keutamaan Puasa Asyuro dan Puasa Arofah

Dari sini akan timbul pertanyaan, kenapa puasa Asyuro hanya dapat mengampuni dosa satu tahun yang lalu saja? Sedangkan puasa Arofah dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang?

Jawabannya: karena puasa Arofah adalah puasa yang diberikan khusus untuk Nabi Muhammad beserta umatnya saja. Sedangkan puasa Asyuro adalah puasa yang juga dilakukan Nabi Musa ‘alaihissalam serta umatnya.

Nah, dari sini kita tahu, bahwa segala sesuatu yang diberikan khusus untuk Nabi Muhammad maka itu adalah spesial dan istimewa.


Peristiwa Penting Hari Asyuro

Berikut 20 peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada hari Asyuro, 10 Muharrom:

  1. Diciptakannya Nabi Adam ‘alaihissalam di surga.
  2. Diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam.
  3. Naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh ‘alaihissalam dengan bukit Judi setelah banjir besar, serta turunnya ke muka bumi setelah banjir bandang.
  4. Dikeluarkannya Nabi Yunus ‘alaihissalam dari perut ikan paus.
  5. Diterimanya taubat umat Nabi Yunus ‘alaihissalam.
  6. Dilahirkannya Nabi Ibrohim ‘alaihissalam.
  7. Selamatnya Nabi Ibrohim ‘alaihissalam dari api yang membakarnya oleh Raja Namrud.
  8. Dikeluarkannya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dari sumur setelah diceburkan saudara-saudaranya.
  9. Dipertemukannya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dengan keluarganya kembali.
  10. Disembuhkannya penglihatan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam.
  11. Dibukanya (dihilangkan) ‘madlorot’ yang mendera Nabi Ayyub ‘alaihissalam.
  12. Diampuninya Nabi Daud ‘alaihissalam.
  13. Terbelahnya laut merah untuk Nabi Musa ‘alaihissalam setelah dikejar Fir’aun.
  14. Tenggelamnya Fir’aun di dasar laut merah saat mengejar Nabi Musa ‘alaihissalam.
  15. Dilahirkannya Nabi Isa ‘alaihissalam.
  16. Diangkatnya Nabi Isa ‘alaihissalam ke langit.
  17. Dibolak-balikannya tubuh ashabul Kahfi (para pemuda Bani Isroil yang bersembunyi di dalam gua).
  18. Diciptakannya ruh Nabi Muhammad .
  19. Dikandungnya Nabi Muhammad di rahim Ibunda Aminah rodliyallohu 'anha.
  20. Wafatnya (syahid) cucu Nabi Muhammad Sayyiduna Husein rodliyallohu 'anhu.

Dzikir-dzikir Hari Asyuro

Ada banyak dari umat-umat terdahulu yang diterima taubat mereka pada hari Asyuro. Maka dari itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar pada hari Asyuro. Di antaranya seperti yang dianjurkan oleh Imam Al-Ajhuri, beliau mengatakan, “Barang siapa yang membaca pada hari Asyuro:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

"Cukuplah Alloh (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung dan penolong"

Sebanyak 70 kali, niscaya Alloh akan menjaganya dari keburukan tahun tersebut.”

Rosululloh sendiri yang dosa-dosanya telah diampuni oleh Alloh tak kurang dari 70 kali beliau meminta ampun kepada Alloh setiap harinya, seperti yang diriwayatkan Imam al-Bukhori. Maka, apakah pantas umatnya yang selalu bergelimang dengan dosa ini tidak meminta ampun kepada Alloh setiap harinya? Maka hari Asyuro adalah kesempatan emas bagi umatnya untuk memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Alloh .

Sesungguhnya ada banyak faedah bagi orang yang senantiasa meminta ampun kepada Alloh . Di antaranya, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abdulloh bin Abbas rodliyallohu 'anhu: Rosululloh bersabda, “Barang siapa yang senantiasa beristighfar (meminta ampun kepada Alloh), Alloh menjadikan setiap kesusahan baginya jalan keluar, setiap kegalauan kelapangan, dan dia diberikan rezeki yang tidak dia sangka-sangka” (HR Abu Dawud).

Berikut beberapa dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Asyuro:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ..... ١٠٠×

للّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ..... ١٠٠×

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..... ١٠٠×

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ..... ١٠٠×

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ..... ٤٥٠×

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ..... ٧٠×

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ..... ١٠٠٠×


Semoga kita diberikan taufik oleh Alloh untuk berpuasa, berdzikir dan beribadah kepada Alloh di hari Asyuro. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Dzikir Asyuro dan Pengertian serta Sejarah Asyuro bahkan 20 Peristiwa Sejarah Hari Asyuro, jangan lupa + IKUTI website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat. Simak artikel kami lainnya di Google News.

Posting Komentar