{{ date }}
{{ time }}
Sudah SHOLAT kah Anda?

Wirdul Latif Sore (Dzikir Petang) Lengkap Arab Latin dan Arti serta Khasiyatnya

Daftar Isi
Bacaan Wirdul Latif Sore (Dzikir Petang) Lengkap Arab Latin dan Arti serta Khasiyatnya
Bacaan Wirdul Latif Sore (Dzikir Petang) Lengkap beserta Khasiyatnya

Alloh SWT di berbagai ayat Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk senantiasa berdzikir dan bertasbih di kala waktu pagi dan sore. Hal ini salah satunya dijelaskan dalam dua ayat berikut:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam” (QS Qaf: 39).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang” (QS Al-Ahzab: 41-42).

Penentuan waktu pagi dan sore dipandang memiliki rahasia tersendiri dalam melaksanakan dzikir. Sehingga, hendaknya kita tidak melewatkan waktu pagi dan sore tanpa melafalkan dzikir sama sekali. Berdasarkan hal ini, para ulama banyak yang menyusun kumpulan-kumpulan dzikir yang sunnah dilafalkan di waktu pagi dan sore hari. Salah satu di antara kumpulan dzikir pagi dan sore yang dipandang baik dan cukup ringkas adalah al-Wirdul Lathif fi Adzkar as-Shabah wa al-Masa’.


Pengarang Al-Wirdul Lathif

Nama al-Wirdul Lathif memiliki arti “wirid yang ringan”. Wirid ini disusun oleh salah satu Wali Quthub di zamannya, yakni Al-Imam al-Habib Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad. Beliau juga merupakan penyusun wirid Ratib al-Haddad. Wirid ini dinamakan dengan “al-Wirdul Lathif” (wirid yang ringan) sebab isi dzikir dalam wirid ini cenderung pendek dan ringkas, berbeda dengan pembandingnya, yakni al-Wirdul Kabir (wirid yang agung) yang juga dikenal dengan nama Miftah as-Sa’adah wa al-Falah yang isi dzikirnya cenderung panjang dan banyak.


Batas Waktu Pagi dan Sore

Seperti yang telah dijelaskan, al-Wirdul Lathif merupakan bacaan wirid yang baik untuk dibaca pagi dan sore hari. Sehingga dalam satu hari satu malam, bacaan wirid ini dibaca sebanyak dua kali. Mengenai tentang waktu pagi dan sore, penyusun wirid ini, al-Imam Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad memberikan penjelasan tentang batas waktu pagi dan sore serta waktu yang utama membaca wirid ini:

أما وقت الصباح والمساء فعلى حسب ما ذكروه من أن المساء يدخل بالزوال، والصباح بما بعد نصف الليل، أو الثلث الأخير منه. وأما إقامة الأذكار الواردة في الوقتين، فكلما كان في المساء إلى الليل أقرب، مثل وقت الاصفرار ومن أول الليل، كان الإتيان فيه بالوارد أحب وأقرب إلى مطابقة الحال. وكذلك الصباح من قبيل الفجر فما بعده إلى الإشراق. وعلى هذا السبيل نعمل في إقامة ما نأتي به من هذا الورد الشريف

“Adapun waktu pagi dan sore, maka hal ini berdasarkan apa yang dijelaskan para ulama bahwa waktu sore dimulai dengan tergelincirnya matahari, dan waktu pagi dimulai saat setelah separuh malam atau sepertiga malam. Adapun melaksanakan dzikir yang berlaku pada dua waktu tersebut (pagi dan sore) maka dapat dilakukan kapan pun saat sore sampai malam, seperti pada waktu menguningnya matahari (terbenamnya matahari) dan awal malam hari. Melaksanakan dzikir yang warid pada waktu tersebut dipandang lebih disukai dan lebih sesuai dengan tuntutan keadaan. Begitu juga dzikir saat pagi dapat dilakukan sebelum munculnya fajar dan waktu setelahnya sampai matahari terang bersinar. Jalan inilah yang aku lakukan dalam melaksanakan wirid yang mulia ini” (Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad, an-Nafa’is al-‘Alawiyah, hal. 42).


Keutamaan Al-Wirdul Lathif

Bacaan-bacaan dzikir pada al-Wirdul Lathif berisi ayat-ayat Al-Qur’an pilihan serta dzikir-dzikir yang dikutip dari hadits Nabi atau biasa dikenal dengan dzikir ma’tsur. Seluruh bacaan dzikir dalam wirid ini memiliki faedah-faedah tersendiri yang umumnya langsung tercantum dalam hadits tentang keutamaannya. Misalnya seperti dzikir berikut:

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ، لاَ شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ، وَلَكَ الشُّكْرُ، فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ يَوْمِهِ، وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ لَيْلَتِهِ.

“Barangsiapa di pagi hari melafalkan: “Alloohumma maa ashbaha bii min ni’matin fa minka wahdaka laa syariika laka, fa lakal hamdu wa lakas syukru” (Ya Alloh, kenikmatan yang kami dapatkan di waktu pagi, maka kenikmatan tersebut hanya dari-Mu, tak ada yang menyekutukan-Mu. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala rasa syukur) maka dia telah melaksanakan wujud syukur di hari itu. Dan barang siapa yang melafalkan kalimat tersebut di sore hari, maka ia telah melaksanakan wujud syukur di malam itu” (HR. Abu Daud).

Dzikir di atas merupakan salah satu penggalan dzikir dalam al-Wirdul Lathif yang sejatinya merupakan wujud ungkapan syukur kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Bacaan lain yang tercantum keutamaannya dalam hadits adalah dzikir berikut:

سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ. البخاري

Sayyidul istighfar (Tuannya permintaan maaf) adalah lafal: “Alloohumma anta robbii, laa ilaaha illaa anta kholaqtanii. Wa anaa ngabduka, wa anaa ngalaa ngahdika wa wa‘dika mastatho‘tu. Anguudzu bika min syarri maa shona‘tu. Abuu-u laka bini'matika ngalayya. Wa abuu-u bidzanbii. Faghfirlii. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta” (Ya Alloh, Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang pernah aku perbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu (yang Engkau berikan kepadaku). Aku mengakui dosaku, maka ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau). Rosululloh bersabda: “Barangsiapa yang melafalkan kalimat tersebut di siang hari dengan keadaan yakin, lalu ia meninggal sebelum masuk sore hari, maka dia termasuk golongan penghuni surga. Dan barangsiapa yang melafalkan kalimat tersebut di malam hari dengan keadaan yakin, lalu ia meninggal sebelum masuk pagi hari, maka ia termasuk golongan penghuni surga” (HR al-Bukhori).

Begitu besarnya keutamaan membaca al-Wirdul Lathif ini sampai-sampai para ulama mengarang kitab tersendiri dalam menjelaskan keutamaan membaca wirid ini. Kitab tersebut di antaranya adalah al-Wardu al-Qathif min Fadhaili al-Wirdul Lathif yang di dalamnya menjelaskan pijakan dalil dan keutamaan dzikir-dzikir yang terdapat dalam al-Wirdul Lathif. Kitab lainnya yang menjelaskan tentang al-Wirdul Lathif adalah Mursyid adz-Dzarif ila Fawaid al-Wirdil Lathif dan al-Maqshad al-Munif bi Dzikri Maraji’ Wirdhil Lathif.


Bacaan Al-Wirdul Lathif

الورد اللطيف

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٣×

Bismillahir rohmaanir rohiim(i).
Qul huwalloohu ahad(un), Alloohush shomad(u), lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad(un).
3x

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah (wahai Muhammad): "Dialah Alloh Yang Maha Esa. Alloh Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. la tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas). (3x)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَتْ، وَمِنْ شَرِّ النَّفْتُتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۳×

Bismillahir rohmaanir rohiim(i).
Qul anguudzu birobbil falaq(i), min syarri maa kholaq(o), wa min syarri ghoosiqin idza waqob(a), wa min syarrin naffatsaati fil nguqod(i), wa min syarri haasidin idzaa hasad(a).
3x

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah (wahai Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh. Dari kejahatan makhluk-makhluk yang la ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpul-simpul ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya. (QS Al-Falaq) (3x)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٣×

Bismillahir rohmaanir rohiim(i).
Qul anguudzu birobbin naas(i), malikin naas(i), ilaahin naas(i), min syarril waswaasil khon naas(i), alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas(i), minal jinnati wan naas(i).
3x

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia." (QS An-Nas) (3x)

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ ٣×

Robbi angudzu bika min hamazaatisy syayaathiin(i), wa angudzubika robbi an yahdluruun(i). 3x

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan- bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku. (QS AI- Mu'minun: 97-98) (3x)

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

Afahasibtum annamaa kholaqnaakum ngabatsan wa annakum ilainaa laa turjanguun(a).

Maka apakah kalian mengira, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada kami? (QS Al-Mu'minun: 115)

فَتَعْلَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Fatangaalalloohul malikul haqqu laa ilaaha illaa huwa robbul ngarsyil kariim(i)

Maka Mahatinggi Alloh, Raja yang Sebenarnya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) 'Arsy yang mulia. (QS Al-Mu'minun: 116)

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِةٌ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَفِرُوْنَ

Wa man yadngu mangalloohi ilahan aakhoro laa burhaana lahu bihi fainnamaa hisaabuhu nginda robbihi, innahu laa yuflihul kaafiruun(a)

Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Alloh, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir tidaklah beruntung. (QS Al-Mu'minun: 117)

وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِينَ

Wa qur robbighfir warham wa anta khoirur roohimiin(a)

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat. (QS Al-Mu'minun: 118)

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

Fasubhanalloohi hiina tumsuuna wa hiina tushbihuun(a)

Maka bertasbihlah kalian kepada Alloh di saat kalian berada di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu pagi. (QS Ar-Rum: 17)

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Walahul hamdu fis samaawaati wal ardhi wa ngasyiyyaw wa hiina tudh hiruun(a)

Dan hanya bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi dan di waktu petang dan di saat kalian berada di waktu dhuhur. (QS Ar-Rum: 18)

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ

Yukhrijul hayya minal mayyiti wa yukhrijul mayyita minal hayyi wa yuhyil ardho ba'da mautihaa wa kadzaalika tukhrojuun(a).

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kalian dikeluarkan (dari kubur). (QS Ar-Rum: 19)

أَعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ ٣×

Angudzu billaahis samiingil ngaliimi minasy syaithonir rojiim(i). 3x

Aku berlindung kepada Alloh yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari bisikan setan yang terkutuk. (3x)

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Lau anzalnaa haadzal qur'aana ngala jabalil laro-aitahu khoosyingam mutashoddingam min khosyatillaah(i), watilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi langallahum yatafakkarun(a).

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Alloh. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS Al-Hashr: 21)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Huwalloohul ladzii laa ilaaha illaa huwa ngaalimul ghoibi wasy syahadat(i) huwar rohmaanur rohiim(u).

Dialah Alloh tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS Al-Hashr: 22)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحْنَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Huwalloohul ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu'minul muhaiminul ngaziizul jabbaarul mutakabbir(u), subhaanalloohi ngammaa yusyrikuun(a).

Dialah Alloh tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Alloh dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hashr: 23)

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا في السَّمَوتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Huwalloohul khooliqul baari-ul mushowwiru lahul asmaa-ul husna, yusabbihu lahu maa fis samawati wal ardl(i), wa huwal ngazizul hakiim(u).

Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS Al-Hashr: 24)

سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ

Salaamun ngala nuuhin fil ngalaamiin(a).

Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh di seluruh alam. (QS As-Soffat: 79)

إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Innaa kadzaalika najzil muhsiniin(a).

Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS As-Soffat: 80)

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

Innahu min ngibaadinal mu'miniin(a).

Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. (QS As-Soffat: 81)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۳×

Angudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq. 3x

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ٣×

Bismillahil ladzii laa yadhurru mangas mihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa huwas samingul ngaliim(u). 3x

Dengan nama Alloh yang dengan nama-Nya tak satu pun yang di bumi maupun di langit dapat memberi bencana dan la Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ مِنْكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتُمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۳×

Alloohumma innii amsaitu minka fii ni'matin wa ngaafiyatin wa sitrin, fa atimma ni'mataka ngaalayya wa ngaafiyataka wa sitrika fid-dun-ya wal-akhirot(i). 3x

Ya Alloh, sesungguhnya aku berada pada sore hari ini, dari (karunia)-Mu, (aku dalam keadaan) mendapat kenikmatan, kesehatan serta tertutup (aib)ku, maka sempurnakan kenikmatan, kesehatan dan tutup yang Engkau berikan kepadaku di dunia dan akhirat. (3x)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ ٤×

Alloohumma innii amsaitu usyhiduka wa usyhidu hamalata ngarsyika wa mala-ikataka wa jamiinga kholqika annaka antalloohu laa ilaaha illa anta wahdaka laa syariika laka wa anna Muhammadan ngabduka wa rosuuluk(a). 4x

Ya Alloh, sesungguhnya aku di sore hari ini aku menjadikan-Mu sebagai saksi, dan aku juga menjadikan saksi para pemikul 'Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau dengan keesaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (4x)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِيُّ مَزِيدَهُ ۳×

Al-hamdu lillahi robbil ngaalamiina hamdan yuwaafii ningamahu wa yukaafi-u maziidah(u).

Segala puji bagi Alloh, Tuhan seru sekalian alam, pujian yang memadai nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi penambahan-Nya. (3x)

آمَنْتُ بِاللَّهِ العَظِيمِ، وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ، وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا، وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ٣×

Aamantu billaahil ngadhimi, wa kafartu biljibti wath thooghuuti, wastamsaktu bil ngurwatil wutsqo laa anfishooma laha, walloohu samiingun ngaliim(un). 3x

Aku beriman kepada Alloh Yang Mahaagung dan ingkar terhadap kejahatan dan thaghut (segala yang disekutukan dengan Alloh), dan aku berpegang dengan tali yang kokoh yang tidak ada putusnya, dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3x) (QS Al- Baqoroh: 256)

رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا ۳×

Rodhiitu billaahi robba(n), wa bil Islaami diina (n), wa bi Muhammadin sholloohu ngalaihi wa sallama nabiyyan wa rosuula(n). 3x

Aku ridho Alloh sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rosul. (3x)

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ العَظِيمِ ٧×

Hasbiyalloohu laa ilaaha illa Huwa ngalaihi tawakkaltu wa Huwa robbul ngarsyil ngadhiim. 7x

Cukuplah Alloh bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dialah Penguasa Arasy yang agung (QS al-Taubah: 129). (7x)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ ۱۰×

Alloohumma sholli ngala sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shohbihi wa sallim. 10x

Ya Alloh, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Baginda Muhammad serta keluarga dan sahabat-sahabatnya. (10x)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِ

Alloohumma innii as-aluka min fujaa-atil khoir(i), wa anguudzubika min fujaa-atisy syarri.

Ya Alloh aku bermohon kepada-Mu kebaikan yang tidak disangka, dan aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang mengejutkan.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Alloohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii, wa anaa ngabduka, wa anaa ngala ngahdika wa wa'dika mastatho'tu anguudzu bika min syarri maa shona'tu, abuu-u laka bi ni'matika alayya, wa abuu-u bi dzambii faghfirlii, fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Ya Alloh, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain-Mu, Engkau telah menciptakan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, dan aku di atas titah dan janji-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa pun yang aku lakukan, aku mengakui nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Alloohumma anta robbi laa ilaaha illa anta, ngalaika tawakkaltu, wa anta robbul ngarsyil ngadhiim(i).

Ya Alloh, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, hanya kepada Engkau aku berserah diri, dan Engkaulah Tuhannya arasy yang agung.

مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ

Maa syaa-alloohu kaana, wa maa lam yasya' lam yakun, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadhiim(i).

Apa yang dikehendaki Alloh pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada upaya untuk melakukan ketaatan tanpa pertolongan Alloh dan tidak ada kekuatan menghindari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Alloh yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

A'lamu annallooha ngala kulli syai-in qodiir(un), wa annallooha qod ahaatho bikulli syai-in ngilma(n).

Aku mengetahui, sesungguhnya Alloh Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Alloh meliputi setiap sesuatu. (QS Al Tolaq: 12)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِكُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Alloohumma innii angudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzum binaashiyatihaa, inna robbi ngala shirootim mustaqiim(in).

Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pribadiku dan dari kejahatan segala hewan melata yang ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, sesungguhnya Tuhanku selalu berada di atas jalan yang lurus.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيرُ

Yaa hayyu yaa qoyyuumu, birohmatika astaghiitsu, wa min ngadzaabika astajiiru.

Wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan dan aku mohon perlindungan dari siksaan-Mu.

أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي وَلَا إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Ashlikh lii sya'nii kullahu, wa laa takilnii ila nafsii wa laa ila ahadim min kholqika thorfata ngain(in).

Perbaikilah keadaanku semuanya, janganlah Engkau menyerahkan aku kepada pribadiku sendiri, dan jangan juga Engkau serahkan kepada salah seorang pun dari makhluk-Mu walaupun hanya sekejap mata.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Alloohumma innii anguudzu bika minal hammi wal hazani, wa anguudzu bika minal ngajzi wal kasali. Wa anguudzu bika minal jubni wal bukhli, wa anguudzu bika min gholabatid daini wa qohrir rijaal(i).

Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Alloohumma innii as-alukal ngaafiyata fid dun-ya wal akhirot(i).

Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ، فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

Alloohumma innii as-alukal ngafwa wal ngaafiyata, wal mungaafaatad daa-imata fi diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii.

Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan dan kesejahteraan serta perlindungan yang abadi dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي

Alloohummastur ngaurootii wa aamin roungaatii.

Ya Alloh, tutuplah segala aibku dan amankan ketakutan-ketakutanku.

اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Alloohummah fadhnii min baini yadayya wa min kholfii wa ngan yamiinii wa ngan syimaalii wa min fauqii. Wa angudzu bi ngadhomatika an ughtaala min tahtii.

Ya Alloh, peliharalah aku dari depan dan belakangku, dari kanan, kiri dan dari atasku. Dengan keagungan-Mu aku berlindung agar jangan ditipu dari bawahku.

اللَّهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنْتَ تَهْدِينِي، وَأَنْتَ تُطْعِمُنِي وَأَنْتَ تَسْقِينِي، وَأَنْتَ تُيْتُنِي، وَأَنْتَ تُحْيِينِي، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Alloohumma anta kholaqtanii wa anta tahdiinii wa anta tuth ngimunii wa anta tasqiinii wa anta tumiitunii wa anta tuhyiinii wa anta ngalaa kulli syai-ing qodiir(un).

Ya Alloh, Engkaulah yang menciptakaku, memberikan petunjuk, makan dan minum kepadaku, dan Engkau yang mematikan serta membangkitkanku dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Amsainaa ngala fithrotil islaami, wa ngala kalimatil ikhlashi wa ngala diini nabiyyinaa Muhammadin shollalloohu ngalaihi wa aalihi wa sallama wa ngala millati abiinaa Ibroohiima haniifam muslima(n), wa maa kaana minal musyrikiin(a).

Kami berada pada sore hari dengan fitrah beragama Islam, di atas kalimat ikhlas, berada pada agama nabi kami Muhammad dan agama bapak kami Ibrohim alaihis salam yang lurus dan berserah diri (kepada Alloh), dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang yang mempersekutukan Alloh dengan yang lain.

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Alloohumma bika amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ngalaika natawakkalu wa ilaikal mashiiru, amsainaa wa amsal-mulku lillaahi, walhamdu lillaahi robbil ngalamiin(a).

Ya Alloh, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu sore, dengan pertolongan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan pertolongan-Mu kami hidup, dengan pertolongan-Mu kami mati, kepada-Mu kami berserah diri, dan hanya kepada-Mu tempat kebangkitan. Kami berada di waktu sore dan kerajaan milik Alloh. Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فَتُحَهَا وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا وَبَرَكَتَهَا وَهُدَاهَا

Alloohumma innii as-aluka khoiro haadzihil lailati fathahaa wa nashrohaa wa nuurohaa wa barokatahaa wa hudaahaa.

Ya Alloh, kami memohon kepada-Mu kebaikan malam ini, pembukaannya, pertolongannya, cahayanya, barakahnya dan petunjuknya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا قَبْلَهَا، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا قَبْلَهَا، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا

Alloohumma innii as-aluka khoiro haadzihil lailah, wa khoiro maa fiihaa, wa khoiro maa qoblahaa wa khoiro maa ba'dahaa, wa angudzubika min syarri haadzihil lailati wa syarri ma fiihaa, wa syarri maa qoblahaa wa syarri maa ba'dahaa.

Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam hari ini, kebaikan apa pun yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa pun sebelum dan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan malam hari ini, keburukan apa pun yang terdapat di dalamnya, keburukan apa pun sebelum dan sesudahnya.

اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذَلِكَ

Alloohumma maa amsa bi min ni'matin aw bi ahadin min kholqika faminka wahdaka laa syariika laka, falakal hamdu wa lakasyu syukru ngala dzaalika.

Ya Alloh, nikmat apa pun yang aku terima di sore ini atau yang diterima oleh salah seorang dari hamba-Mu, maka sumbernya hanyalah dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, hanya bagi-Mu pujian dan hanya kepada-Mu syukur atas itu semua.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ۳×

Subhanalloohi wa bihamdihi ngadada kholqihi wa ridho nafsihi wazinata ngarsyihi wa midaada kalimatih(i). 3x

Mahasuci Alloh, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridho-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)

سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ۳×

Subhanalloohil adhiimi wa bihamdihi ngadada kholqihi wa ridho nafsihi wazinata ngarsyihi wa midâda kalimatih(i). 3x

Mahasuci Alloh yang Mahaagung, dengan memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebanyak bilangan ridho-Nya, sebanyak timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya. (3x)

سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقُ ۳×

Subhanalloohi ngadada maa kholaqo fis samaa-i, subhaanalloohi ngadada maa kholaqo fil ardhi, subhaanalloohi ngadada maa baina dzaalika, subhaanalloohi ngadada maa huwa khooliq(un). 3x

Mahasuci Alloh sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di langit. Mahasuci Alloh sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di bumi. Mahasuci Alloh sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Mahasuci Alloh sebanyak apa saja yang Alloh sendiri sebagai penciptanya. (3x)

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ ۳×

Al-hamdulillahi ngadada maa kholaqo fis samaa-i, al-hamdulillaahi ngadada maa kholaqo fil ardhi, al-hamdulillaahi ngadada maa baina dzaalika, al-hamdulillaahi ngadada ma huwa khooliq(un). 3x

Segala puji bagi Alloh sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di langit. Segala puji bagi Alloh sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di bumi. Segala puji bagi Alloh sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Segala puji bagi Alloh sebanyak bilangan yang Alloh sendiri sebagai penciptanya. (3x)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ ۳×

Laa ilaaha illallohu ngadada maa kholaqo fis samaa-i, Laa ilaaha illallohu ngadada maa kholaqo fil ardhi, Laa ilaaha illallohu ngadada maa baina dzaalika, Laa ilaaha illallohu ngadada maa huwa khooliq(un). 3x

Tidak ada Tuhan selain Alloh sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di langit. Tidak ada Tuhan selain Alloh sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di bumi. Tidak ada Tuhan selain Alloh sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada Tuhan selain Alloh sebanyak hitungan apa saja di mana Alloh sebagai penciptanya. (3x)

اللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ اللَّهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ اللَّهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، اللَّهُ أَكْبَرُ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقُ ۳×

Alloohu akbaru ngadada maa kholaqo fis samaa-i, Alloohu akbaru ngadada maa kholaqo fil ardhi, Alloohu akbaru ngadada maa baina dzaalika, Alloohu akbaru ngadada maa huwa khooliq(un). 3x

Alloh Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di langit. Alloh Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di bumi. Alloh Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Alloh Mahabesar sebanyak bilangan apa saja yang Allah sendiri sebagai penciptanya. (3x)

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي السَّمَاءِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ عَدَدَ مَا خَلَقَ فِي الْأَرْضِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ عَدَدَ مَا بَيْنَ ذَلِكَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ عَدَدَ مَا هُوَ خَالِقٌ ۳×

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadhiim ngadada maa kholaqo fis samaa-i, Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadhiim ngadada maa kholaqo fil ardhi, Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadhiim ngadada maa baina dzaalika, Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadhiim ngadada maa huwa khooliq(un). 3x

Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Alloh yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di langit. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Alloh yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang la ciptakan di bumi. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Alloh yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang ada di antara keduanya. Tidak ada upaya melaksanakan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan (pertolongan) Alloh yang Mahatinggi dan Mahaagung sebanyak bilangan apa saja yang Alloh sendiri sebagai penciptanya. (3x)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ۳×

Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lah(u), lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ngalaa kulli syai-ing qodiir(un) ngadada kulli dzarrotin alfa marrot(in). 3x

Tidak ada Tuhan selain Alloh yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan hanya milik-Nya, dan hanya bagi-Nya segala puji, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sebanyak bilangan biji dzarroh sebanyak seribu kali. (3x)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللَّهِ، عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللَّهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ أَلْفَ مَرَّةٍ ۳×

Alloohumma sholli ngalaa sayyidinaa muhammadin miftaahi baabi rohmatillaahi ngadada maa fî ngilmillaahi sholaataw wa salaaman daa-imaini bi dawaami mulkillaahi wa ngalaa aalihi wa shohbihi ngadada kulli dzarrotin alfa marroh. 3x

Ya Alloh limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kunci pembuka kasih sayang Alloh, sebanyak sesuatu dalam pengetahuan Alloh, dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Alloh dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang terus-menerus sepanjang kekalnya Kerajaan Alloh -dan (limpahkan juga) kepada beserta keluarga dan para sahabat beliau- sebanyak hitungan setiap atom seribu kali. (3x)


Banyaknya ulama yang memberi ulasan dan penjelasan tentang al-Wirdul Lathif ini tentunya menunjukkan bahwa wirid ini merupakan wirid yang besar keutamaannya dan benar-benar dapat menentramkan hati dengan membacanya. Semoga kita dapat istiqomah dalam membaca al-Wirdul Lathif serta mendapatkan barokah dari penyusun wirid ini serta para ulama yang mengamalkan wirid ini. Amin yaa Robbal ‘alamin.

Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Wirdul Latif Sore (Dzikir Petang) Lengkap Arab Latin dan Arti serta Khasiyatnya, jangan lupa + IKUTI website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat. Simak artikel kami lainnya di Google News.

Posting Komentar